Martapura Timur – Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru turut berpartisipasi dalam Pawai Ta’aruf Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026 yang berlangsung di Kecamatan Martapura Timur, Sabtu (1/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan rangkaian pembukaan MTQ yang diikuti oleh seluruh kafilah dari 20 kecamatan di Kabupaten Banjar.
Kafilah Kecamatan Beruntung Baru dipimpin langsung oleh Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, M.MPd, didampingi Sekretaris Kecamatan Muhammad Kaspul Anwar, S.Pd, para Kepala Seksi (Kasi), Kepala Subbagian (Kasubag), official, pendamping, serta peserta MTQ. Sebanyak 296 orang mengikuti Pawai Ta’aruf dengan penuh semangat dan kekompakan sebagai wujud dukungan terhadap suksesnya penyelenggaraan MTQ Kabupaten Banjar Tahun 2026.
Mengusung moto “Prima dalam Melayani Masyarakat”, kafilah Kecamatan Beruntung Baru tampil dengan mengangkat tema “Beruntung Baru Bersatu, Menebar Syiar Al-Qur’an Menuju Generasi Qur’ani.” Penampilan kafilah mencerminkan semangat persatuan, kebersamaan, dan komitmen dalam mendukung syiar Islam melalui Musabaqah Tilawatil Qur’an.
Sepanjang rute pawai, rombongan Kecamatan Beruntung Baru menampilkan kekompakan serta memperkenalkan budaya Banjar melalui busana dan pantun khas daerah. Penampilan tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang memadati lokasi kegiatan bersama para tamu undangan yang hadir menyaksikan kemeriahan Pawai Ta’aruf.
Keikutsertaan Kecamatan Beruntung Baru dalam kegiatan ini tidak hanya sebagai bentuk partisipasi dalam memeriahkan pembukaan MTQ, tetapi juga menjadi momentum untuk mempererat ukhuwah Islamiyah, memperkuat silaturahmi antarkecamatan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru berharap seluruh peserta yang mewakili kecamatan pada berbagai cabang perlombaan dapat menampilkan kemampuan terbaik, menjunjung tinggi sportivitas, serta mengharumkan nama Kecamatan Beruntung Baru. Melalui pelaksanaan MTQ Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026 diharapkan lahir generasi Qur’ani yang berakhlak mulia, religius, dan mampu menjadi teladan dalam kehidupan bermasyarakat.
“Prima dalam Melayani Masyarakat, Beruntung Baru Bersatu Menuju Generasi Qur’ani.”