• Beranda
  • Profil
    • maklumat pelayanan
    • Tugas dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • NILAI SKM
  • Data Organisasi
    • Data Pegawai
      • Non ASN
      • Data ASN
  • Warung DigitalWADI
  • Dokumen
  • Paten
    • SK STANDAR PELAYANAN
    • SK PETUGAS PELAYANAN
    • VISI MISI DAN MOTTO PELAYANAN
    • MEKANISME PELAYANAN
    • ALAMAT PENGADUAN
  • Kontak
Kecamatan beruntung Baru
keep your memories alive

Kecamatan Beruntung Baru

Berita

Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru Hadiri Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Karhutla Tahun 2026

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru

 

Martapura – Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru menghadiri Apel Kesiapsiagaan Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjar di halaman Kantor BPBD Kabupaten Banjar, Bincau, Martapura, Kamis (2/7/2026). Pada kegiatan tersebut, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru diwakili oleh Kepala Seksi Ketenteraman dan Ketertiban (Kasi Trantib), Gazali Rahman.

Apel kesiapsiagaan ini dilaksanakan sebagai bentuk kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan selama musim kemarau, sekaligus memastikan kesiapan personel, peralatan, serta memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla di wilayah Kabupaten Banjar.

Dalam arahannya, Sekretaris Daerah Kabupaten Banjar, H. Yudi Andrea, menyampaikan bahwa seluruh unsur pemerintah, TNI, Polri, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan mengingat musim kemarau tahun ini diprediksi berlangsung lebih panjang. Upaya pencegahan menjadi prioritas utama guna menekan angka kejadian Karhutla melalui sinergi dan partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan.

Sementara itu, BPBD Kabupaten Banjar telah menyiapkan berbagai sarana dan prasarana pendukung serta mengaktifkan sejumlah posko siaga untuk memperkuat respons cepat apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan. Selain itu, sosialisasi kepada masyarakat akan terus ditingkatkan sebagai langkah preventif untuk mencegah pembukaan lahan dengan cara membakar.

Keikutsertaan Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru dalam kegiatan ini merupakan wujud komitmen untuk mendukung program Pemerintah Kabupaten Banjar dalam pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Melalui koordinasi yang berkelanjutan bersama pemerintah desa, instansi terkait, dan seluruh elemen masyarakat, diharapkan upaya mitigasi dapat berjalan secara optimal sehingga risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan dapat diminimalkan.

Kasi Trantib Kecamatan Beruntung Baru, Gazali Rahman, menegaskan bahwa sinergi dan kepedulian seluruh pihak menjadi kunci dalam menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.

“Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru siap mendukung setiap langkah pencegahan dan penanggulangan Karhutla. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan pembukaan lahan melalui pembakaran, sehingga tercipta lingkungan yang aman, sehat, dan lestari,” ujar Gazali Rahman.

8 Juli 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru

Camat Beruntung Baru Monitoring Pelaksanaan MPLS Ramah di SDN Haur Kuning

Beruntung Baru – Dalam rangka memastikan pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Satuan Pendidikan (MPLS) Ramah berjalan sesuai dengan prinsip perlindungan anak, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di SDN Haur Kuning pada Selasa (7/7/2026).

Kegiatan monitoring dipimpin oleh Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, didampingi Bunda PAUD Kecamatan Beruntung Baru, Ainun Jariah, Bidang Sosialisasi dan Advokasi Norhadie, Rabiatul Adawiyah, Arief Hidayat, serta turut dihadiri Pambakal Desa Haur Kuning, Muhammad Rasyid.

Pelaksanaan monitoring bertujuan untuk memastikan bahwa kegiatan MPLS dilaksanakan secara ramah anak, aman, nyaman, menyenangkan, serta bebas dari segala bentuk kekerasan, perundungan, maupun diskriminasi. Selain melakukan pemantauan, tim juga berdialog dengan pihak sekolah terkait pelaksanaan kegiatan serta memberikan penguatan mengenai pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang inklusif bagi seluruh peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, menyampaikan bahwa MPLS merupakan momentum awal dalam membangun karakter peserta didik sekaligus menumbuhkan rasa nyaman anak di lingkungan sekolah.

“MPLS Ramah harus menjadi pengalaman pertama yang menyenangkan bagi setiap anak. Melalui kegiatan ini kita ingin memastikan seluruh peserta didik memperoleh haknya untuk belajar di lingkungan yang aman, nyaman, dan penuh semangat, sehingga mampu membentuk karakter positif sejak hari pertama memasuki sekolah,” ujarnya.

Bunda PAUD Kecamatan Beruntung Baru, Ainun Jariah, menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah, orang tua, dan pemerintah dalam mendampingi masa transisi anak dari PAUD menuju Sekolah Dasar.

“Kolaborasi seluruh pihak menjadi kunci agar anak mampu beradaptasi dengan baik. Dengan lingkungan yang ramah dan dukungan yang optimal, anak akan lebih percaya diri, mandiri, dan siap mengikuti proses pembelajaran,” tuturnya.

Sementara itu, Pambakal Desa Haur Kuning, Muhammad Rasyid, menyampaikan komitmen pemerintah desa untuk terus mendukung kemajuan dunia pendidikan sebagai investasi bagi masa depan generasi penerus.

“Pemerintah desa siap bersinergi dengan sekolah dan pemerintah kecamatan dalam mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh anak di Desa Haur Kuning,” ungkapnya.

Kepala SDN Haur Kuning, Hendra, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan pembinaan yang diberikan oleh Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru beserta seluruh tim monitoring.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan dan pembinaan yang diberikan. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelaksanaan MPLS Ramah dan memberikan layanan pendidikan terbaik bagi seluruh peserta didik,” katanya.

Pada tahun ajaran 2026/2027, SDN Haur Kuning menerima 14 peserta didik baru di kelas I. Sementara itu, jumlah keseluruhan peserta didik dari kelas I hingga kelas VI tercatat sebanyak 83 orang.

Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru berharap pelaksanaan MPLS Ramah dapat terus berjalan secara optimal di seluruh satuan pendidikan, sebagai bagian dari upaya mewujudkan sekolah yang ramah anak, berkualitas, dan mendukung terwujudnya generasi yang berkarakter, cerdas, serta berdaya saing.

8 Juli 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Pemdes Tambak Padi Laksanakan Program Padat Karya Tunai Desa Tahun Anggaran 2026

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru

Beruntung Baru – Pemerintah Desa Tambak Padi, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar melaksanakan Program Padat Karya Tunai Desa (PKTD) Tahun Anggaran 2026 yang bersumber dari Dana Desa, Rabu (8/7/2026). Kegiatan difokuskan pada pembersihan jalan desa dan pembersihan aliran sungai dengan melibatkan masyarakat setempat sebagai tenaga kerja.

Program Padat Karya Tunai Desa merupakan salah satu bentuk pemanfaatan Dana Desa yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan tenaga kerja lokal. Selain memberikan penghasilan secara tunai kepada masyarakat, program ini juga mendukung peningkatan kualitas infrastruktur desa, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperlancar aliran sungai guna mengurangi potensi genangan air.

Kegiatan berlangsung dengan semangat gotong royong yang melibatkan perangkat desa bersama masyarakat. Kolaborasi tersebut menjadi wujud nyata partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan desa sekaligus menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, aman, dan nyaman.

Pambakal Desa Tambak Padi, Yusri, menyampaikan bahwa Program Padat Karya Tunai Desa memberikan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Melalui Program Padat Karya Tunai Desa ini, masyarakat tidak hanya memperoleh tambahan penghasilan, tetapi juga turut berpartisipasi dalam membangun desa. Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan dan memperkuat semangat gotong royong dalam mendukung pembangunan desa,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Kasi Pemerintahan Kecamatan Beruntung Baru, Anang Tajuddin Noor, mengapresiasi pelaksanaan Program Padat Karya Tunai Desa di Desa Tambak Padi yang dinilai telah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program Padat Karya Tunai Desa merupakan salah satu implementasi pemanfaatan Dana Desa yang tepat sasaran. Selain memberikan kesempatan kerja sementara kepada masyarakat, kegiatan ini juga mendukung terwujudnya lingkungan yang bersih serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pembangunan desa. Diharapkan hasil kegiatan ini dapat terus dipelihara sehingga manfaatnya dirasakan secara berkelanjutan,” katanya.

Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru terus mendorong pemerintah desa agar mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa melalui program-program yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah kecamatan diharapkan mampu mewujudkan pembangunan desa yang berkualitas, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan.

8 Juli 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Camat Beruntung Baru Dampingi Puskesos dalam Tahapan Pelaporan dan Unggah Dokumen Penyaluran Bantuan Pangan

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru
Dalam rangka memastikan tertib administrasi pelaksanaan program bantuan pangan, Camat Beruntung Baru, Bapak Wahidin Noor, didampingi Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Beruntung Baru, Ibu Norhadie, melakukan pendampingan kepada Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos) desa dalam tahapan pelaporan dan unggah dokumen penyaluran bantuan pangan, Jum’at (26/6/2026).
Pendampingan ini dilakukan untuk memastikan seluruh proses pelaporan administrasi berjalan sesuai ketentuan, mulai dari kelengkapan dokumen hingga unggah dokumentasi penyaluran. Langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru dalam mewujudkan tata kelola bantuan sosial yang transparan, akuntabel, dan tepat administrasi.
Camat Beruntung Baru, Bapak Wahidin Noor, menyampaikan bahwa penyelesaian tahapan pelaporan merupakan bagian penting dalam keberhasilan pelaksanaan program bantuan pangan.
“Penyaluran bantuan tidak berhenti setelah bantuan diterima oleh masyarakat. Seluruh tahapan pelaporan juga harus diselesaikan dengan baik sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan program. Karena itu, kami hadir untuk mendampingi Puskesos agar seluruh proses administrasi dapat berjalan tertib, lengkap, dan sesuai ketentuan,” ujar Beliau.
Sementara itu, TKSK Beruntung Baru, Ibu Norhadie, mengatakan bahwa pendampingan diberikan untuk membantu Puskesos dalam menyelesaikan proses pelaporan dan unggah dokumen dengan benar.
“Kami terus mendampingi Puskesos agar tidak mengalami kendala dalam penyusunan laporan maupun proses unggah dokumen penyaluran. Harapannya, seluruh administrasi dapat diselesaikan tepat waktu dan sesuai pedoman yang telah ditetapkan,” ungkap Ibu Norhadie.
Perwakilan Puskesos Desa menyampaikan bahwa pendampingan dari Pemerintah Kecamatan dan TKSK sangat membantu dalam memahami setiap tahapan pelaporan.
“Pendampingan ini memberikan arahan yang jelas kepada kami mengenai proses pelaporan dan unggah dokumen penyaluran bantuan pangan. Dengan bimbingan tersebut, kami dapat menyelesaikan administrasi secara lebih baik, tertib, dan sesuai prosedur,” ujar perwakilan Puskesos Desa.
Melalui kegiatan pendampingan ini, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru berharap seluruh Puskesos di wilayah kecamatan dapat menyelesaikan tahapan pelaporan dan unggah dokumen penyaluran bantuan pangan secara tepat waktu, akurat, dan akuntabel sehingga pelaksanaan program bantuan sosial dapat dipertanggungjawabkan dengan baik.
30 Juni 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Rembuk Stunting Desa Muara Halayung Usulkan Polindes, Air Bersih, dan Jamban Sehat untuk RKPD 2027

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru

Pemerintah Desa Muara Halayung menggelar kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 di halaman Balai Desa Muara Halayung, Kecamatan Beruntung Baru, Kamis (25/6/2026). Kegiatan ini menjadi forum musyawarah antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, pendamping desa, dan masyarakat dalam merumuskan program prioritas percepatan penurunan stunting yang akan diusulkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Tim Kecamatan Beruntung Baru, Pendamping Desa (PD), Pendamping Lokal Desa (PLD), Bhabinkamtibmas, Babinsa, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader Posyandu, tokoh masyarakat, serta unsur terkait lainnya.
Dalam forum tersebut, Bidan Desa Muara Halayung mengusulkan pembangunan Pondok Bersalin Desa (Polindes) sebagai salah satu kebutuhan prioritas desa. Usulan tersebut disampaikan karena hingga saat ini Desa Muara Halayung belum memiliki fasilitas kesehatan yang memadai untuk mendukung pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, dan balita.
“Kami berharap pembangunan Polindes dapat menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan mendatang karena Desa Muara Halayung sampai saat ini belum memiliki fasilitas tersebut. Kehadiran Polindes akan sangat membantu meningkatkan pelayanan kesehatan bagi ibu hamil, ibu bersalin, dan balita,” ujar Bidan Desa.
Selain pembangunan Polindes, Pemerintah Desa bersama masyarakat juga mengajukan permohonan penyediaan sarana air bersih yang dinilai menjadi kebutuhan mendasar masyarakat. Di samping itu, pemerintah desa turut mengusulkan pembangunan jamban sehat, mengingat masih banyak warga yang menggunakan jamban sungai sehingga berpotensi menimbulkan masalah kesehatan lingkungan.
“Ketersediaan air bersih dan sanitasi yang layak merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap usulan ini dapat menjadi perhatian bersama karena sangat berpengaruh terhadap kesehatan keluarga dan pencegahan stunting,” ungkap perwakilan Pemerintah Desa.
Sementara itu, Tim Penggerak PKK Desa Muara Halayung mengajukan program Dapur Bersih sebagai salah satu upaya mendukung pemenuhan gizi keluarga dan peningkatan kualitas konsumsi pangan rumah tangga. Dalam kesempatan tersebut juga disampaikan bahwa nilai konvergensi stunting Desa Muara Halayung mencapai 79,49 persen.
Pada sesi pemaparan materi, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Beruntung Baru, Khairil Anwar, menjelaskan bahwa stunting merupakan persoalan multidimensi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari asupan gizi yang tidak mencukupi, pola asuh yang kurang optimal, kondisi kesehatan ibu dan anak, hingga sanitasi lingkungan yang belum memadai.
“Stunting bukan hanya persoalan kurang makan, tetapi berkaitan dengan banyak faktor seperti pola asuh, kesehatan ibu dan anak, serta kondisi lingkungan. Karena itu penanganannya harus dilakukan secara terpadu dan melibatkan seluruh pihak,” jelas Khairil Anwar.
Pernyataan tersebut diperkuat oleh perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) yang menyoroti pentingnya kesiapan calon pengantin sebelum memasuki jenjang pernikahan. Menurutnya, pernikahan usia dini atau nikah muda juga dapat menjadi salah satu faktor risiko terjadinya stunting karena pasangan sering kali belum siap secara fisik, mental, maupun ekonomi dalam membangun keluarga dan mengasuh anak.
“Pencegahan stunting tidak hanya dilakukan ketika anak sudah lahir, tetapi harus dimulai sejak remaja dan calon pengantin. Pernikahan usia dini atau nikah muda dapat menjadi salah satu faktor risiko stunting karena pasangan sering kali belum siap dari sisi kesehatan, psikologis, maupun ekonomi dalam membangun keluarga dan mengasuh anak,” ujar perwakilan KUA.
Ia menambahkan bahwa melalui bimbingan perkawinan dan edukasi kepada calon pengantin, KUA terus mendorong pentingnya perencanaan keluarga, kesiapan usia menikah, serta pemenuhan kesehatan dan gizi sebelum memasuki kehidupan rumah tangga.
Selanjutnya, Ahli Gizi UPTD Puskesmas Beruntung Baru, Mutia, memaparkan hasil evaluasi capaian intervensi spesifik percepatan penurunan stunting di wilayah kerja Puskesmas Beruntung Baru. Berdasarkan data yang dipaparkan, Desa Muara Halayung memiliki sasaran sebanyak 60 balita. Pada bulan Mei 2026, sebanyak 54 balita telah mengikuti pengukuran dan penimbangan di Posyandu. Dari hasil tersebut tercatat sebanyak 7 balita mengalami stunting atau sebesar 12,96 persen dari jumlah balita yang diukur.
Mutia menjelaskan bahwa berbagai intervensi spesifik telah dilakukan oleh Puskesmas Beruntung Baru, di antaranya pemantauan pertumbuhan balita, promosi ASI eksklusif, pemberian makanan tambahan bagi sasaran berisiko, serta pendampingan kepada ibu hamil dan keluarga yang memiliki balita. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaannya, seperti keterbatasan dana pemberian makanan tambahan (PMT), kondisi ekonomi keluarga, keterampilan kader yang belum merata, serta koordinasi lintas sektor yang perlu terus diperkuat.
“Berdasarkan hasil pemantauan bulan Mei 2026, Desa Muara Halayung memiliki 60 sasaran balita dan sebanyak 54 balita telah dilakukan pengukuran serta penimbangan. Dari hasil tersebut terdapat 7 balita stunting atau sekitar 12,96 persen. Kondisi ini menunjukkan bahwa upaya pencegahan dan penanganan stunting harus terus diperkuat melalui kerja sama semua pihak, baik pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader Posyandu, maupun masyarakat,” ujar Mutia.
Dalam kesempatan yang sama, Pendamping Lokal Desa (PLD) Arbain menekankan pentingnya penguatan ketahanan pangan desa sebagai bagian dari strategi pencegahan stunting. Menurutnya, pemerintah desa dapat memanfaatkan potensi lokal melalui budidaya ikan dan peternakan bebek petelur untuk mendukung ketersediaan pangan bergizi bagi kegiatan Posyandu.
“Pemerintah desa perlu memikirkan langkah berkelanjutan dalam mendukung ketersediaan pangan bergizi. Salah satunya melalui pemeliharaan ikan dan bebek petelur yang hasilnya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan gizi balita dan ibu hamil pada kegiatan Posyandu. Ketahanan pangan desa harus menjadi bagian dari upaya pencegahan stunting,” kata Arbain.
Kegiatan rembuk stunting ditutup dengan penyampaian berbagai usulan prioritas yang akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan RKPD Tahun 2027. Melalui sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, lembaga keagamaan, pendamping desa, dan masyarakat, diharapkan berbagai program yang diusulkan dapat mendukung percepatan penurunan stunting sekaligus meningkatkan kualitas kesehatan dan kesejahteraan masyarakat Desa Muara Halayung.
(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA)
30 Juni 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Rapat Koordinasi FORKOPIMCAM Beruntung Baru Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Pelayanan dan Pembangunan Daerah

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru

Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru melaksanakan Rapat Koordinasi FORKOPIMCAM pada Kamis (15/07/2026) pukul 10.00 WITA bertempat di Aula Kecamatan Beruntung Baru. Kegiatan tersebut dihadiri oleh unsur pemerintah kecamatan, TNI-Polri, instansi vertikal, kepala desa (Pembakal), Ketua BPD se-Kecamatan Beruntung Baru, serta pendamping desa.

Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai wadah komunikasi dan sinergi antarinstansi dalam rangka membahas perkembangan situasi wilayah, pelayanan masyarakat, pembangunan daerah, serta berbagai permasalahan yang memerlukan perhatian dan tindak lanjut bersama.
Dalam arahannya, Kasi Pemerintahan Kecamatan Beruntung Baru, Anang Tajudin Noor, menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta yang telah hadir dan berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Ia menjelaskan bahwa rapat koordinasi FORKOPIMCAM merupakan sarana strategis untuk menghimpun berbagai informasi dan permasalahan yang berkembang di wilayah Kecamatan Beruntung Baru agar dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun instansi terkait.
“Melalui rapat koordinasi FORKOPIMCAM ini, kita dapat menghimpun berbagai informasi dan permasalahan yang terjadi di wilayah Kecamatan Beruntung Baru sehingga dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah secara cepat, tepat, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujar Anang Tajudin Noor.
Sementara itu, Kapolsek Beruntung Baru, IPDA Deden Aprianto Lesmana, menyampaikan bahwa situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Kecamatan Beruntung Baru hingga saat ini masih dalam keadaan aman dan kondusif. Namun demikian, masih terdapat beberapa kasus kenakalan remaja yang sedang dilakukan pembinaan oleh pihak kepolisian. Selain itu, pemerintah desa diimbau untuk lebih terbuka dalam pelaksanaan proyek pembangunan guna meminimalisasi risiko kecelakaan kerja serta meningkatkan koordinasi dalam setiap kegiatan yang melibatkan banyak masyarakat.
Kapolsek juga menyoroti pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Jambu Burung yang memerlukan perhatian bersama agar seluruh tahapan dapat berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar.
“Alhamdulillah situasi kamtibmas di wilayah Kecamatan Beruntung Baru sampai saat ini tetap aman dan kondusif. Kami mengajak seluruh pihak untuk terus meningkatkan koordinasi, terutama dalam setiap kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak, termasuk pelaksanaan Pilkades Desa Jambu Burung agar berjalan aman, tertib, dan lancar,” ungkap IPDA Deden Aprianto Lesmana.
Pada kesempatan yang sama, Danposramil Aluh-Aluh–Beruntung Baru, Fahrurrazi, mengajak seluruh elemen masyarakat dan pemerintah untuk terus menjaga kebersamaan serta memperkuat kerja sama yang selama ini telah terjalin dengan baik. Ia juga mengingatkan masyarakat agar bijak dalam menyikapi berbagai informasi yang beredar di media sosial sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu kebenarannya.
“Kita harus terus menjaga kebersamaan dan kerja sama yang telah terbangun selama ini. Masyarakat juga diharapkan lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi di media sosial agar tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum tentu benar,” kata Fahrurrazi.
Dari sektor keagamaan, perwakilan KUA Kecamatan Beruntung Baru menekankan pentingnya menjaga kerukunan dan toleransi dalam menyikapi berbagai perbedaan pandangan yang berkembang di masyarakat. Menurutnya, perbedaan yang ada hendaknya tidak menjadi sumber perpecahan, melainkan menjadi bagian dari keberagaman yang harus disikapi secara bijaksana.
Selain itu, KUA terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan memastikan seluruh proses administrasi berjalan sesuai ketentuan dan mudah diakses oleh masyarakat.
“Perbedaan pandangan yang ada di masyarakat hendaknya disikapi secara bijaksana dan tidak dibesar-besarkan. Yang terpenting adalah menjaga kerukunan serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tutur perwakilan KUA Kecamatan Beruntung Baru.
Di bidang pertanian, Kepala BPP Kecamatan Beruntung Baru menjelaskan bahwa pada tahun 2026 masih dilaksanakan program optimasi lahan melalui 17 Brigadir Pangan yang didukung berbagai sarana dan prasarana pertanian, termasuk alat dan mesin pertanian (alsintan). Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan produktivitas pertanian dan ketahanan pangan di wilayah Kabupaten Banjar.
Selain itu, distribusi pupuk bersubsidi kepada petani saat ini berjalan dengan baik dan penggunaannya harus sesuai dengan peruntukan. BPP juga terus melakukan langkah-langkah pengendalian terhadap serangan hama penyakit tungro yang ditemukan di beberapa wilayah desa.
“Program optimasi lahan yang didukung oleh Brigadir Pangan dan alsintan diharapkan dapat meningkatkan produktivitas pertanian. Kami juga terus melakukan pengawasan distribusi pupuk dan penanganan hama penyakit tanaman guna mendukung keberhasilan sektor pertanian di wilayah Kecamatan Beruntung Baru,” jelas Kepala BPP Kecamatan Beruntung Baru.
Pada kesempatan yang sama, Risna selaku perwakilan UPTD Puskesmas Beruntung Baru memaparkan perkembangan pelaksanaan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah dan masyarakat umum. Hingga saat ini capaian program telah mencapai sekitar 17 persen dari target tahunan sebesar 36 persen. Program tersebut dilaksanakan sebagai salah satu upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di wilayah Kecamatan Beruntung Baru.
Selain Program CKG, Puskesmas juga terus menjalankan berbagai program kesehatan prioritas Kabupaten Banjar yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
“Program Cek Kesehatan Gratis terus kami laksanakan baik untuk anak sekolah maupun masyarakat umum. Saat ini capaian program sudah mencapai 17 persen dari target tahunan dan kami akan terus meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” ujar Risna.
Kegiatan Rapat Koordinasi FORKOPIMCAM Kecamatan Beruntung Baru berlangsung dengan aman, tertib, dan lancar. Melalui forum ini, seluruh unsur pemerintah, TNI-Polri, instansi terkait, pemerintah desa, dan lembaga desa berkomitmen untuk terus memperkuat sinergi dan koordinasi dalam menjaga stabilitas keamanan, meningkatkan kualitas pelayanan publik, mendukung pembangunan daerah, serta menyelesaikan berbagai permasalahan yang berkembang di tengah masyarakat.
(IP.Kab.Banjar/Brigade Informasi RA)
30 Juni 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Pemdes Tambak Padi Gelar Rembuk Stunting sebagai Dasar Penyusunan RKPD Desa Tahun 2027

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru

 

Pemerintah Desa Tambak Padi melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting Tahun 2026 pada Rabu (24/6/2026) sebagai upaya memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen bersama dalam percepatan pencegahan serta penanganan stunting di tingkat desa.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Camat Beruntung Baru Wahidin Noor, Kasi Pemberdayaan Masyarakat (PM) Tati Yuliani, Kasi Kesejahteraan Sosial (Kesos) Khairil Anwar beserta staf Subandri, unsur TNI-Polri, Pambakal dan perangkat Desa Tambak Padi, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), TP PKK, kader kesehatan, tim kesehatan UPTD Puskesmas Beruntung Baru, Pendamping Desa Arbain, Khalishah, dan Purkani, serta unsur terkait lainnya.
Dalam arahannya, Camat Beruntung Baru Wahidin Noor menegaskan bahwa skor konvergensi stunting merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur keberhasilan upaya percepatan penurunan stunting. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama seluruh pihak serta pendampingan dan pembinaan yang berkelanjutan agar capaian penanganan stunting dapat terus meningkat.
“Skor konvergensi menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan penanganan stunting. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama, pendampingan, dan pembinaan yang berkelanjutan agar upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih optimal,” ujar Wahidin Noor.
Pambakal Desa Tambak Padi, Yusri, menyampaikan bahwa Rembuk Stunting merupakan forum strategis untuk menyatukan langkah seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung program percepatan penurunan stunting. Menurutnya, keberhasilan penanganan stunting membutuhkan keterlibatan aktif pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat.
“Rembuk Stunting ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen dan kerja sama seluruh pihak dalam upaya pencegahan serta penanganan stunting. Pemerintah Desa Tambak Padi akan terus mendukung program-program yang berorientasi pada peningkatan kesehatan ibu dan anak demi terwujudnya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” kata Yusri.
Pada kesempatan yang sama, Ahli Gizi UPTD Puskesmas Beruntung Baru menjelaskan bahwa pencegahan stunting harus dilakukan sejak dini melalui pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Selain itu, masyarakat juga didorong untuk rutin memanfaatkan layanan kesehatan dan memantau tumbuh kembang anak.
“Stunting dapat dicegah melalui pemenuhan gizi yang baik sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun. Masyarakat juga diimbau untuk aktif memanfaatkan layanan kesehatan, rutin memantau pertumbuhan anak, serta menerapkan pola makan bergizi seimbang guna mendukung tumbuh kembang anak yang optimal,” jelasnya.
Sementara itu, Kasi Kesejahteraan Sosial Kecamatan Beruntung Baru, Khairil Anwar, menegaskan bahwa hasil Rembuk Stunting akan menjadi salah satu bahan penting dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPD) Tahun 2027. Usulan dan kebutuhan yang berkaitan dengan percepatan penurunan stunting diharapkan dapat terakomodasi dalam perencanaan pembangunan desa secara tepat sasaran.
“Hasil Rembuk Stunting hari ini menjadi bahan penting dalam penyusunan RKPD Desa Tahun 2027. Melalui perencanaan yang baik dan berbasis kebutuhan masyarakat, program percepatan penurunan stunting dapat diakomodasi secara tepat sasaran sehingga memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat Desa Tambak Padi,” ujar Khairil Anwar.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dalam mendukung percepatan penurunan stunting. Hasil rembuk juga diharapkan menjadi dasar penyusunan program dan kegiatan pembangunan desa yang lebih terarah guna meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat serta mewujudkan generasi Desa Tambak Padi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
30 Juni 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting Desa Babirik Tahun 2026

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru

Pemerintah Desa Babirik, Kecamatan Beruntung Baru, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, menggelar Musyawarah Desa (Musdes) Rembuk Stunting Tahun 2026 pada Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini dibuka oleh Pambakal Desa Babirik yang diwakili oleh Sekretaris Desa (Sekdes) Bahrudin.

Dalam sambutannya, Bahrudin menyampaikan bahwa penanganan stunting merupakan salah satu prioritas pembangunan desa yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Melalui rembuk stunting, pemerintah desa berupaya menyusun langkah strategis agar program pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan secara efektif, terarah, dan tepat sasaran.
Musyawarah tersebut dihadiri oleh Sekretaris Camat Beruntung Baru Muhammad Kaspul Anwar, Staf Kesejahteraan Sosial (Kesos) Kecamatan Subandri, Pendamping Desa Arbain, ahli gizi UPTD Puskesmas Beruntung Baru, perangkat desa, anggota BPD, Bhabinkamtibmas, Babinsa, kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, serta tokoh masyarakat setempat.
Kegiatan difokuskan pada evaluasi data balita yang mengalami masalah tumbuh kembang, pembahasan program pemberian makanan tambahan (PMT), peningkatan layanan kesehatan, serta edukasi gizi dan pola asuh keluarga.
Sekretaris Camat Beruntung Baru, Muhammad Kaspul Anwar, dalam arahannya menegaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi lintas sektor agar hasil yang dicapai lebih optimal.
“Penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat agar upaya pencegahan serta intervensi yang dilakukan dapat memberikan hasil yang optimal bagi tumbuh kembang anak,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa hasil rembuk stunting harus menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Melalui forum ini, saya berharap seluruh permasalahan dan kebutuhan terkait stunting dapat diidentifikasi dengan baik. Hasilnya harus menjadi bahan usulan dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027, sehingga program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat seperti perbaikan gizi, sanitasi, air bersih, serta edukasi kesehatan dapat menjadi prioritas pembangunan,” tambahnya.
Sementara itu, Staf Kesos Kecamatan Beruntung Baru, Subandri, menekankan pentingnya pemanfaatan data yang akurat sebagai dasar penyusunan program.
“Data yang valid menjadi kunci dalam menentukan sasaran program. Dengan perencanaan yang tepat dan dukungan semua pihak, program penanganan stunting dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Pendamping Desa Arbain juga menegaskan pentingnya optimalisasi penggunaan dana desa dalam mendukung percepatan penurunan stunting.
“Dana desa harus dimanfaatkan secara optimal untuk kegiatan yang berdampak langsung pada peningkatan kesehatan masyarakat, khususnya ibu hamil, balita, serta peningkatan sanitasi dan edukasi gizi keluarga,” ungkapnya.
Ahli Gizi UPTD Puskesmas Beruntung Baru dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Ia menekankan pentingnya pemenuhan gizi seimbang, pemantauan tumbuh kembang, serta pola asuh yang tepat.
“Rembuk stunting menjadi wadah penting untuk menyatukan langkah semua pihak. Pencegahan stunting tidak hanya melalui pemberian makanan tambahan, tetapi juga perbaikan pola makan keluarga, perilaku hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala. Dengan kerja sama yang kuat, kita dapat menurunkan angka stunting secara berkelanjutan,” jelasnya.
Melalui Musyawarah Desa Rembuk Stunting Tahun 2026 ini, diharapkan terbangun komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat program kesehatan, sanitasi, dan edukasi masyarakat. Dengan demikian, angka stunting di Desa Babirik diharapkan terus menurun dan kualitas generasi masa depan semakin meningkat.
30 Juni 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Penyaluran Bantuan Pangan Bulog di Kecamatan Beruntung Baru Dipastikan Sesuai Data 1.379 KPM

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru
Bantuan pangan dari Perum Bulog kembali tiba di halaman Kantor Kecamatan Beruntung Baru pada Selasa, 23 Juni 2026. Penyaluran bantuan ini diperuntukkan bagi 1.379 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh wilayah Kecamatan Beruntung Baru.
Proses penerimaan bantuan tersebut dipantau langsung oleh Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Beruntung Baru, Ibu Norhadie, bersama pihak kecamatan guna memastikan kesesuaian jumlah bantuan yang diterima dengan data KPM yang telah ditetapkan.
Pengecekan dilakukan secara teliti untuk menjamin bantuan tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang berhak menerima, serta berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
TKSK Kecamatan Beruntung Baru, Ibu Norhadie, menegaskan bahwa verifikasi di lapangan menjadi langkah penting dalam menjaga akurasi penyaluran bantuan pangan.
“Bantuan pangan dari Bulog yang tiba hari ini sudah kami cek langsung di lapangan. Kami pastikan jumlahnya sesuai untuk 1.379 KPM di seluruh Kecamatan Beruntung Baru, sehingga penyalurannya bisa tepat sasaran dan tidak ada yang terlewat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa pengawasan akan terus dilakukan agar proses distribusi berjalan tertib dan transparan.
“Kami terus mengawasi proses distribusi agar berjalan tertib dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.
Sekretaris Camat Beruntung Baru, Bapak Muhammad Kaspul Anwar, turut menegaskan komitmen pemerintah kecamatan dalam memastikan seluruh bantuan tersalurkan sesuai data yang ada.
“Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru berkomitmen memastikan setiap bantuan pangan dari Bulog benar-benar sampai kepada 1.379 Keluarga Penerima Manfaat yang terdata. Kami menekankan pentingnya ketelitian dalam setiap proses penerimaan dan penyaluran,” ungkapnya.
Beliau juga mengapresiasi kerja sama seluruh pihak yang terlibat dalam proses tersebut.
“Kami mengapresiasi peran TKSK dan seluruh pihak yang telah memastikan distribusi berjalan tertib, transparan, dan sesuai data,” tutupnya.
Dengan adanya penyaluran bantuan pangan untuk 1.379 KPM ini, Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru bersama TKSK dan seluruh pihak terkait berkomitmen untuk terus mengawal proses distribusi agar berjalan tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Bantuan ini diharapkan dapat membantu meringankan beban masyarakat penerima manfaat di wilayah kecamatan.
30 Juni 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
Berita

Rembuk Stunting Desa Haur Kuning Bahas Program Prioritas RKPD 2027

by Kecamatan Beruntung Baru
written by Kecamatan Beruntung Baru

Pemerintah Desa Haur Kuning, Kecamatan Beruntung Baru, menggelar kegiatan Rembuk Stunting di Balai Desa Haur Kuning pada Senin (22/6/2026) sebagai bentuk komitmen dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting. Kegiatan ini menjadi forum penting untuk menyusun usulan program prioritas yang akan diakomodasi dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027.

Rembuk stunting tersebut dihadiri oleh unsur Pemerintah Desa Haur Kuning, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), kader kesehatan, tokoh masyarakat, tenaga kesehatan, Pendamping Desa, serta Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru. Kehadiran berbagai unsur tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung percepatan penurunan angka stunting melalui penguatan koordinasi, kolaborasi, dan sinergi lintas sektor di tingkat desa.
Dalam forum tersebut, berbagai usulan dan kebutuhan prioritas dibahas secara bersama-sama guna memastikan program yang direncanakan dapat menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya bagi ibu hamil, balita, dan keluarga yang berisiko stunting.
Pambakal Desa Haur Kuning, Muhammad Rasyid, menegaskan bahwa penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Pencegahan dan penanganan stunting bukan hanya menjadi tugas pemerintah maupun tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan dukungan seluruh masyarakat. Kita ingin anak-anak di Desa Haur Kuning tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik. Karena itu, program yang disusun harus tepat sasaran dan menjadi prioritas bersama,” ujarnya.
Ia berharap berbagai usulan yang dihasilkan dalam rembuk stunting dapat menjadi perhatian dalam penyusunan RKPD Tahun 2027 sehingga upaya pencegahan dan penanganan stunting dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.
Sementara itu, Camat Beruntung Baru, Wahidin Noor, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Desa Haur Kuning yang terus aktif mendukung program percepatan penurunan stunting. Menurutnya, upaya pencegahan stunting harus dimulai dari peningkatan pemahaman masyarakat melalui peran aktif kader-kader desa.
“Upaya pencegahan stunting di desa harus dilakukan secara berkelanjutan dengan meningkatkan pemahaman dan kapasitas para kader desa. Kader merupakan ujung tombak yang dapat memberikan contoh, edukasi, serta mengarahkan masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Wahidin Noor.
Ia juga menyoroti pentingnya pencegahan pernikahan usia dini karena berpotensi meningkatkan risiko lahirnya anak stunting akibat belum siapnya kondisi fisik, mental, maupun ekonomi pasangan muda dalam membangun keluarga.
“Pernikahan dini menjadi salah satu faktor yang perlu mendapat perhatian bersama karena berisiko melahirkan generasi yang rentan mengalami stunting. Oleh sebab itu, edukasi kepada masyarakat harus terus dilakukan agar para remaja memiliki pemahaman yang baik tentang kesehatan reproduksi, kesiapan berkeluarga, serta pentingnya perencanaan masa depan,” tambahnya.
Lebih lanjut, Wahidin Noor berharap seluruh pihak dapat terus bersinergi dalam mendukung program percepatan penurunan stunting sehingga mampu menciptakan generasi yang sehat, berkualitas, dan berdaya saing.
“Keberhasilan penanganan stunting tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kerja sama dan komitmen bersama antara pemerintah, tenaga kesehatan, kader, serta masyarakat agar seluruh program yang direncanakan dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Dalam kesempatan yang sama, ahli gizi UPTD Puskesmas Beruntung Baru, Maulani, menyampaikan materi terkait pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga usia balita sebagai langkah utama dalam mencegah stunting.
Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini melalui pemenuhan gizi yang baik, pemeriksaan kesehatan secara rutin, pemberian ASI eksklusif, serta pemantauan tumbuh kembang anak secara berkala.
“Pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Peran keluarga sangat penting dalam memastikan kebutuhan gizi ibu dan anak terpenuhi dengan baik. Selain itu, masyarakat juga diharapkan aktif memanfaatkan layanan kesehatan seperti posyandu dan puskesmas untuk memantau kesehatan ibu dan anak,” jelas Maulani.
Melalui kegiatan rembuk stunting ini, diharapkan terbangun komitmen dan sinergi yang semakin kuat antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta seluruh elemen masyarakat dalam menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di Desa Haur Kuning.
30 Juni 2026 0 comments
0 FacebookTwitterPinterestEmail
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • 6
  • …
  • 17

Search

Recent Posts

  • Edukasi Pencegahan Bullying dan Tertib Berlalu Lintas Warnai Upacara Bendera di MIN 17 Banjar

    10 Agustus 2026
  • TP PKK Kabupaten Banjar Laksanakan Monev Pembinaan 10 Program Pokok PKK di Kecamatan Beruntung Baru

    10 Agustus 2026
  • TP PKK Kabupaten Banjar Kunjungi dan Panen Hasil Kebun Barraka PKK Kecamatan Beruntung Baru

    4 Agustus 2026
  • Sekda Banjar Apresiasi Produk Lokal Kecamatan Beruntung Baru pada Bazar MTQ Tingkat Kabupaten Banjar 2026

    4 Agustus 2026
  • Kafilah MTQ Kecamatan Beruntung Baru Resmi Dilepas Menuju MTQ Tingkat Kabupaten Banjar

    4 Agustus 2026
  • Kafilah Kecamatan Beruntung Baru Meriahkan Pawai Ta’aruf MTQ Tingkat Kabupaten Banjar Tahun 2026

    4 Agustus 2026
  • Kasubbag Renkeu dan Aset Kecamatan Beruntung Baru Hadiri Monitoring dan Evaluasi E-Monev dan E-SAKIP SIMONDALEV

    16 Juli 2026

KONTAK ADUAN
instagram : @kecamatan_beruntung_baru
Whatapps : +62822-3443-2271
Email : kecamatanberuntungbaru@gmail
Website : Kecamatan Beruntung Baru

All Right Reserved. Designed and Developed by DKISP

Facebook Twitter Instagram Youtube
Kecamatan beruntung Baru
  • Beranda
  • Profil
    • maklumat pelayanan
    • Tugas dan Fungsi
    • Struktur Organisasi
    • Visi & Misi
    • NILAI SKM
  • Data Organisasi
    • Data Pegawai
      • Non ASN
      • Data ASN
  • Warung DigitalWADI
  • Dokumen
  • Paten
    • SK STANDAR PELAYANAN
    • SK PETUGAS PELAYANAN
    • VISI MISI DAN MOTTO PELAYANAN
    • MEKANISME PELAYANAN
    • ALAMAT PENGADUAN
  • Kontak