30
BERUNTUNG BARU – Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru berkomitmen penuh menyukseskan pelaksanaan Kajian Indeks Kepuasan Layanan Infrastruktur (IKLI) Kabupaten Banjar Tahun 2026. Komitmen ini diawali dengan keikutsertaan dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Persiapan yang digelar oleh Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Banjar di Aula Baiman Kantor Bapperida, Martapura, Kamis (2/7/2026).
Rakor yang berkolaborasi dengan Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini dihadiri langsung oleh Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset Kecamatan Beruntung Baru, Ari Waryanti, bersama perwakilan kecamatan se-Kabupaten Banjar.
Penyamaan Persepsi dan Penyederhanaan Indikator
Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah (RIDA) Bapperida Kabupaten Banjar, Nuri Ansyari, menegaskan bahwa rakor ini krusial untuk membangun kesamaan persepsi mengenai tahapan pelaksanaan kajian serta indikator penilaian. Targetnya, data yang dihimpun di lapangan benar-benar valid dan objektif mencerminkan kondisi riil di masyarakat.
Kajian IKLI 2026 ini memasuki tahun kedua pelaksanaan sejak dimulai pada 2025. Ketua Tim Peneliti ULM, Candra Yuliana, menjelaskan bahwa kajian ini merupakan instrumen evaluasi penting bagi pemerintah daerah.
Pada tahun 2026 ini, instrumen penilaian disederhanakan menjadi 16 indikator yang mencakup 5 aspek utama:
- Ketersediaan layanan.
- Kualitas fisik infrastruktur.
- Kesesuaian dengan kebutuhan masyarakat.
- Tingkat pemanfaatan.
- Dampak terhadap pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Adapun ruang lingkup infrastruktur yang dinilai meliputi jalan dan jembatan, air bersih, perumahan dan permukiman, irigasi, sarana prasarana umum, hingga pelayanan publik. Survei akan dilakukan secara daring dan luring dengan melibatkan minimal 384 responden di 20 kecamatan menggunakan metode proportionate stratified random sampling.
Dukungan Penuh dari Kecamatan Beruntung Baru
Kasubbag Perencanaan, Keuangan dan Aset Kecamatan Beruntung Baru, Ari Waryanti, menyambut baik hasil koordinasi ini. Pihaknya kini mengantongi pedoman jelas untuk mengawal proses pendataan agar berjalan tertib dan akurat di wilayah Beruntung Baru.
“Pemerintah Kecamatan Beruntung Baru siap mendukung penuh dengan memfasilitasi koordinasi bersama pemerintah desa maupun pihak terkait agar pengumpulan data berlangsung lancar,” ujar Ari.
Beliau berharap output dari Kajian IKLI 2026 ini melahirkan potret objektif yang dirasakan langsung oleh warga. Hasil akhir kajian ini nantinya akan menjadi dasar pemda dalam menentukan prioritas pembangunan, menekan ketimpangan antarwilayah, serta menyukseskan target RPJMD Kabupaten Banjar Tahun 2025–2029.

